30 Oktober 2009

Praktikum AP 1 Pertemuan 5

Praktikum Algoritma Pemrograman 1 Pertemuan 5 mengenai Array pada Bahasa Pemrograman Java.
Slide
Progam


Mencari Bilangan Terbesar Dengan Java

Coding :

(Klik gambar untuk lebih jelas)

Output bila diinputkan 3 angka yaitu 5, 9 dan 1 :

(Klik gambar untuk lebih jelas)

26 Oktober 2009

Past Perfect

S + had + V3 + O

The Past perfect is used to indicate :
  • An action that happend before another action in the past, There usually are two actions in the sentence
. John had gone to the store before he went home
. John told us yesterday, that he had visited england in 1970
--------------------------------------------------------------
S + had + V3 + before + S + V2

. John went home after he had gone to the store
--------------------------------------------------------------
S + V2 + after + S + had + V3

. Before John went home, he had gone to the store
--------------------------------------------------------------
Before + S + V2 + S + had + V3

. After John had gone to the store, he went home.
--------------------------------------------------------------
After + S + had + V3 + S + V2
  • A state which continued for a tim in the past, but stopped before now.
. Abdul had live in new york for ten year before he moved to california
Past Perfect Progresive (continous) for category 2 of past perfect only, we can use the past perfect continous

. Abdul had been living in New York for ten years before he moved to california
--------------------------------------------------------------
S + had + been + Ving + ...

Excercise
  1. The policemen read the suspect his right after he had arrested (arrest) him
  2. After John had wash (wash) his clothes. he began to study.
  3. George had waited (wait) for one hour before the bus come
  4. Maria entered (enter) the university after she had graduated from the community college
  5. Jeanette washed (wash) the pipettes after she had completed the experiment
  6. Jane sent a letter to her university after she has received (receive) he scholarship check
  7. After the stewardesses had served lunch to the passengers, they the sat (sit) down
  8. The car had flipped (flip) the time before it landed on its roof
  9. we corrected our papers after we had taken (take) the quit
  10. John had lived (live) in miami for one year when his parents come to visit

Praktikum AP 1 Pertemuan 4

Praktikum Algoritma Pemrograman 1 Pertemuan 4 mengenai Perulangan dan Kondisi pada Bahasa Pemrograman Java.
Slide
Progam

Praktikum AP 1 Pertemuan 3

Praktikum Algoritma Pemrograman 1 Pertemuan 3 mengenai Pengenalan Bahasa Pemrograman Java.
Slide
Progam

Praktikum AP 1 Pertemuan 2

Praktikum Algoritma Pemrograman 1 Pertemuan 2 mengenai Operator pada Bahasa Pemrograman BASIC.
Slide
Progam

Praktikum AP 1 Pertemuan 1

Praktikum Algoritma Pemrogramn 1 Pertemuan 1 mengenai Pengenalan Bahasa Pemrograman BASIC.
Slide
Progam

Apa Sih Spoofing?

Banyak anak-anak di kampus sedang membicarakan tentang Spoofing. Sebenarnya sih saya tidak tau apa-apa tentang Spoofing. Katanya sih dari salah satu kelompok yang menyerang kelompok lain dengan mengubah IP Address atau MAC address Hot Spot Gunadarma supaya wireless nya tidak bisa connect ke internet. Tapi setelah googling akhirnya saya tau arti dari Spoofing yang sebenarnya.

Menurut total, Spoofing adalah Pemalsuan IP Address untuk menyerang sebuah server di internet, kegiatan ini biasanya dilakukan oleh para hacker / cracker. Wow bisa malsuin IP Address ^_^. IP Spoofing ini kadang di kenal dengan nama Source Address Spoofing. Dengan kata lain memalsukan IP Address dari si attacker agar korban menganggap bahwa IP Address itu bukan berasal dari luar jaringan. Misalkan attacker mempunyai IP address type A 10.10.xx.xx ketika attacker melakukan serangan jenis ini maka Network yang diserang akan menganggap IP attacker adalah bagian dari Networknya misal 192.xx.xx.xx yaitu IP type C.

Dan Spoofing ini terjadi pada saat attacker mengubah pengiriman paket data ke tujuan yang berbeda. Packet untuk routing biasanya di transmisikan secara transparan dan jelas sehingga membuat attacker dengan mudah untuk memodifikasi asal data ataupun tujuan dari data. Tapi bukan attacker saja yang menggunakan teknik ini, para security profesional juga menggunakan nya untuk men-tracing para attacker. Spoofer di Spoofing jg ^_^.

Ada salah satu titik di mana para Attacker bisa masuk dan komunikasi data bisa di spoof (vulnerable). Titik itu adalah ICMP (Internet Control Message Protocol) karena protokol ini dilewati oleh informasi dan pesan-pesan kesalahan diantara dua node dalam network. Internet Group Message Protocol(IGMP) dapat dieksploitasi dengan menggunakan serangan tipe ini karena IGMP melaporkan kondisi kesalahan pada level user datagram, selain itu juga protokol ini mengandung Informasi routing dan Informasi Network. (UDP) User Datagram Protocol juga dapat ‘diminta’ untuk menampilkan identitas host sasaran.

Ada juga Address Resolution Protocol (ARP) spoofing, juga dikenal sebagai ARP Poison Routing (APR), adalah suatu teknik yang digunakan untuk menyerang Ethernet kabel atau jaringan nirkabel. ARP Spoofing dapat memungkinkan seorang penyerang untuk mengendus frame data pada jaringan area lokal (LAN), memodifikasi lalu lintas, atau menghentikan lalu lintas sama sekali (dikenal sebagai denial of service attack). Serangan hanya dapat digunakan pada jaringan yang benar-benar memanfaatkan ARP dan bukan metode lain resolusi alamat.

Prinsip ARP spoofing adalah dengan mengirim palsu, atau "palsu", ARP pesan ke Ethernet LAN. Pada umumnya, tujuannya adalah untuk mengasosiasikan alamat MAC penyerang dengan alamat IP node lain (seperti default gateway). Setiap lalu lintas yang dimaksudkan untuk alamat IP akan keliru dikirim ke penyerang saja. Penyerang dapat kemudian memilih untuk meneruskan lalu lintas ke default gateway sebenarnya (pasif sniffing) atau memodifikasi data sebelum meneruskan itu (man-in-the-tengah serangan). Penyerang juga dapat melancarkan serangan denial-of-service attack terhadap korban dengan mengasosiasikan alamat MAC yang tidak ada ke alamat IP gateway default korban. Serangan spoofing ARP dapat dijalankan dari host dikompromikan, atau dari mesin penyerang yang terhubung langsung ke target segmen Ethernet.

Solusi untuk mencegah IP spoofing adalah dengan cara mengamankan packet-packet yang ditransmisikan dan memasang screening policies. Enkripsi Point-to-point juga dapat mencegah user yang tidak mempunyai hak untuk membaca data/packet. Autentikasi dapat juga digunakan untuk menyaring source yang legal dan bukan source yang sudah di spoof oleh attacker. Dalam pencegahan yang lain, Admininistrator dapat menggunakan signature untuk paket-paket yang berkomunikasi dalam networknya sehingga meyakinkan bahwa paket tersebut tidak diubah dalam perjalanan.

Anti Spoofing rules(peraturan anti spoof) yang pada dasarnya memberitahukan server untuk menolak packet yang datangnya dari luar yang terlihat datangnya dari dalam, umumnya hal ini akan mematahkan setiap serangan spoofing.

Source :

13 Oktober 2009

Manajemen Trafik Multimedia Pada Jaringan ATM

Teknologi multimedia merupakan perpaduan antara teknologi computer baik perangkat keras maupun perangkat lunak dengan teknologi elektronik. Sesuai dengan perkembangan teknologi, informasi multimedia yang ditransmisikan melalui suatu jaringan membutuhkan trafik yang lebih besar untuk sinyal video dan jaminan keamanan yang tinggi dari jaringan tersebut. Salah satunya adalah masalah manajemen trafik sehubungan dengan transmisi trafik multimedia melalui jaringan ATM.
Asynchronous Transfer Mode (ATM) adalah teknik transmisi dengan paket-paket yang menggunakan teknologi switching dan multiplexing berorientasi sel. Dengan teknologi ini, kita dapat memanfaatkan berbagai kelas layanan, interkoneksi LAN (Local Area Network) berkecepatan tinggi, suara, video dan aplikasi multimedia lainnya. ATM memiliki manajemen bandwidth yang efisien dan operasi yang mudah. Berbagai keuntungan dari jaringan ATM, seperti kecepatan trunk yang tinggi, bit error rate yang rendah, layanan yang freksibel (bandwidth on demand), dan kapasitas multiplexing yang tingggi membuatnya sangat sesuai untuk transmisi multimedia dengan jaminan QoS.
ATM forum menggambarkan dan menstadarisasi lima jenis standart layanan yaitu :
  1. Constant bit rate (CBR)
  2. Variable bit rate (VBR) termasuk realtime VBR (rt-VBR) dan non-real-time VBR (nrt-VBR)
  3. Available bit rate (ABR)
  4. Unspecified bit rate (UBR).
Transmisi multimedia real-time memerlukan jaminan rate untuk kualitas gambar yang bisa diterima dengan baik. UBR tidak dapat menjamin bit rate transmisi, sehingga membuatnya jarang digunakan untuk mentransmisikan multimedia pada suatu jaringan ATM. Oleh karena itu, transmisi multimedia pada umumnya berlangsung diatas CBR, VBR, dan ABR.
Jika tidak tersedia bandwidth pada jaringan, layanan ABR menawarkan kemungkinan negosiasi kembali bandwidth fleksibel selama transmisi dengan menggunakan resource management (RM) sel. CBR dan VBR tidak mengijinkan negosiasi kembali bandwidth setelah suatu koneksi dibuat. Bandwidth yang tersedia selama koneksi ditentukan oleh PCR (dalam kasus CBR) atau PCR dan SCR (dalam kasus VBR) yang telah dirundingkan pada saat koneksi disusun.
Persoalan pokok dari mekanisme rate control adalah shaper delay dan delay variation, serta ukuran shaper buffer pada server. Rate control menentukan outgoing rate data yang harus konsisten dengan bandwidth yang tersedia dalam jaringan. Umpan balik close-loop rate kontrol yang menggunakan umpan balik diperoleh dari jaringan, dapat digunakan untuk mengontrol rate trafik. Jika outgoing rate dari shaper rendah, buffer shaper yang besar dapat mengakibatkan variasi delay yang panjang, dengan demikian menurunkan kualitas video pada pelanggan. Oleh karena itu, disana ada trade-off antara ukuran buffer, delay shaper, dan outgoing rate dari shaper. Jaringan ATM mempunyai kategori-kategori layanan seperti :
  1. Umpan Balik dan Manajemen Trafik. Umpan balik pada jaringan ATM dapat digunakan untuk mengatur trafik multimedia. Sistem umpan balik yang biasa digunakan biasanya terdiri dari tiga komponen yaitu server,sampler dan network. Server bertugas untuk mengontrol rate sumber. Parameter-parameter kontrol bisa meliputi data rate sumber informasi multimedia dan label prioritas sel frame-frame yang berbeda dari trafik sinyal video. Execution unit melaksanakan rencana kontrol dengan menggunakan parameter-parameter kontrol yang dihitung oleh unit control/logic. Unit pelaksanaan dalam jaringan ATM adalah admission/connection controller, rate controller, dan priority label assigner.
  2. Traffic Shapping/ Rate Control
    Traffic shapping atau rate control pada sistem akhir (end system) dapat diterapkan oleh server menggunakan Leaky Bucket shaper (tunggal atau rangkap) yang terdiri dari buffer dan rate control. Seperti yang ditunjukkan pada gambar dibawah ini.
  3. Bandwidth Sharing
    Bandwidth Sharing dibagi menjadi dua bagian yaitu
    - Fair Bandwidth sharing, yang didasarkan pada berbagi C antara N koneksi seperti :
    dimana ci(t) adalah bandwidth yang ditentukan ke koneksi i selama koneksi disusun.
    - Bandwidth Scheduling, menentukan jumlah batasan bandwidth kepada sejumlah koneksi sinyal video menurut slot waktu yang terencana secara spesifik. Hal ini mudah untuk diterapkan, kekurangannya hanya fleksibilitas yang berkaitan dengan waktu yang bermacam-macam dari kebutuhan bandwidth arus informasi multimedia.
  4. Dynamic Bandwidth Renegotiation
    Dynamic Bandwidth Renegotiation dibagi menjadi dua yaitu Feedback-Based Dynamic Bandwidth Renegotiation dan Prediction-Based Dynamic Bandwidth Allocation.
  5. Congestion Control
    Kongesti digambarkan sebagai suatu peristiwa dimana jumlah trafik yang diinjeksi ke dalam jaringan lebih besar dari kapasitas jaringan, dimana hal itu dapat mengakibatkan buffer overflow di dalam jaringan. Congestion control dapat diterapkan baik pada system akhir (the end system) maupun pada jaringan.
  6. Flow Control. Flow control adalah suatu mekanisme kontrol trafik point-to-point antara server dan client. Dalam transmisi multimedia pada suatu jaringan ATM kecepatan tinggi, sangat penting untuk memelihara traffic flow pada rate maksimum, mengurangi rate akan mengakibatkan overflow buffer (mengarah ke arah hilangnya trafik multimedia) di client.
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa managemen trafik multimedia pada jaringan ATM mempunyai corak dan fungsi ynag berbeda-beda dengan banyak ditemukannya teknik ynag serupa seperti umpan balik. Saat traffic shapping diterapkan oleh jaringan, teknik Random Cell Discard mudah diterapkan tetapi dapat menurunkan QoS multimedia.
Walaupun teknik Priority Packeting and Cell Discard mudah diterapkan, droping selektip sel-sel akan membantu memelihara QoS yang bisa diterima oleh arus sinyal video. Kemampuan adaptip dari congestion control yang didasarkan pada umpan balik membuatnya sesuai untuk trafik multimedia yang karakteristiknya tidak dapat secara penuh digambarkan berdasar prioritas. Sebaliknya, congestion control yang didasarkan pada prediksi, bekerja baik hanya ketika suatu model yang akurat dari trafik tersedia. Beberapa teknik untuk mengupas bit rate multimedia seperti frame dropping, dapat digunakan untuk menurunkan bit rate suatu multimedia selama periode jaringan kongesti.

Source : jurnal.bl.ac.id


07 Oktober 2009

Teknik Kompilasi - Scanner (Java)

Listing Code :

//g0tch4.blogspot.com
import java.io.*;
public class Scanner
{
public static void main(String args[]) throws Exception
{
DataInputStream data = new DataInputStream(System.in);
System.out.print("Masukkan Kalimat : ");
String kalimat = data.readLine();
char chars[] = kalimat.toCharArray();
char myChars[]={'A','B','C','D','E','F','G','H','I','J','K','L','M','N','O',+
'P','Q','R','S','T','U','V','W','X','Y','Z',+ 'a','b','c','d','e','f','g','h','i','j','k','l','m','n','o','p','q',+
'r','s','t','u','v','w','x','y','z',' '};
int numChars[]=new int[myChars.length];
for(int i=0;i<chars.length;i++)
{
for(int j=0;j<myChars.length;j++)
{
if(chars[i]==myChars[j])
{
numChars[j]++;
}
}
}
for (int i=0;i < myChars.length;i++)
{
if(numChars[i] > 0)
{
System.out.println(myChars[i] + " = " + numChars[i]);
}
}
}
}

Output :

(klik gambar untuk lebih jelas)

Exercise Determiners

  1. He doesnt't here (much/many) money
  2. I would like (a few / little ) salt of vegetable
  3. she bought (that / those) cards last night
  4. there are (less / fewer) student in this room that in the next room
  5. there is (too much / too many) bad news in the televison tonight
  6. I do not want (this / these) water
  7. this is ( too many / too much) information to learn
  8. a (few / little ) people left early
  9. would you like (less / fewer) coffee than this?
  10. this jacket cost ( too much / too many)

Exercise Other, The Other, and Another

Excercise :
  1. this pen isn't working please gave me another (singular)
  2. if you'r still, i'll make the other pot of coffee
  3. this dictionary hase a page missing. please give me the other one (the last one)
  4. he doesn't need those books the needs the other (all the remaining)
  5. there are thirty people in the room, twenty are from latin america and the other are from other countries
  6. six people where in the store two buying meat the other was looking at magazines
  7. this glass of milks is sour another glass of milk is sour too
  8. the army was practicing it's drills, one group was doing artilery practicing other was marching another was attention, and the other was practicing combat tactics
  9. there are seven student from japan other are from iran and the other are from other places
  10. we looked at cars today the first more far too expensive, but the other ones were reasonably priced

Other, The Other, and Another

with count nouns :

an + other + singular noun (one more)
  • another pencil -> one more pencil
the + other + singular nouns (last of the set)
  • the other pencil -> the last pencil present
other + plural noun (more of the set)
  • other pencil -> some more pencil
the other + plural noun (the rest of the set)
  • the other pencil -> all remaining pencil

with non count nouns :

other + noun . count nouns (more of the set)
  • other water -> some more water
the other + noun . count nouns (all the rest)
  • the other water -> the remaining water